Sejarah Desa

          Pada Zaman Dahulu,desa yang sekarang ini dikenal dengan nama tanggulangin masih beum memiliki nama dan merupakan daerah tidak bertuan, siapa saja orang boleh dating dan tingla disana

Daerah tak bertuan tersebut juga tidak memiliki pemimpin. Bukan karena tidak menemukan figure. Namun disebabkan karena orang yang tinggal dan dating kesana merasa takut untuk memproklamirkan diri menjadi pemimpin wilayah.

          Seperti dimaklumi pada masa itu,diwilayah yang Semarang bernama desa tanggulangin merupakan daerah yang dihuni oleh banyak sekali tokoh masyarakat yang jago bertanding carok atau berkelahi. Mereka antara lain adalah Bujuk Sulaiman.Tantar dan Bujuk langit yang tinggal diwilayah diblok konah. Kemudian ada bujuk Klebun dan Asma yang tinggal di Blok Krajan. Sedangkan tokoh agul yang tertinggal didaerah bernama Pagar Gunng ada Bujuk Kerrep dan bujuk Sridin.

          Semua para bujuk tersebut bersahabat dan saling menghormati satu dengan yang lain. Tidak satu diantara mereka yang mengaku sebagai ketua dan yang lain merupakan anggota. Diantara mereka juga tidak ada yang merasa paling agul. Dan dalam berbagai urusan mereka semua kompak saling membantu.

          Oleh karena persatuan mereka yang seperti itu, maka banyak warga masyarakat dan kaum pendatang pada masa itu merasa segan dan takut untuk mengaku sebagai kepala wilayah. Sekarang, bagaimana proses terjadinya penyebutan nama Tanggulangin untuk daerah yang dihuni oleh jagoan para bujuk tersebut diatas.

          Nama Tanggulangin diberikan oleh masyarakat dengan tujuan untuk memperkenal bahwa daerah tersebut dihuni oleh banyak tokoh yang agul atau jago. Penyebutan nama tanggulangin berawal dari kepulangan para bujuk setelah berkelana menantang carok para jagoan didaerah lain seperti dituturkan pada awal tulisan ini. Berhubung mereka pulang dengan membawa kemenangan dan pada akhirnya tidak ada satupun para jagoan yang berani carok dengan mereka maka orang bersimpulan bahwa para bujuk tersebut tidak bisa lagi ditantang atau diajak carok karena mereka semua agul. Dalam bahasa Madura, kata di tantang biasa disebut dengan istilah e’tantangin.Lama kelamaan penyebutan e’tantangin dan agul tersebut pada akhirnya menjadi istilah baku bernama “Tanggulangin” hingga sekarang ini

          Demikian sejarah asal-usul nama Desa Tanggulangin.Semoga bermanfaat bagi kita semua.